UKT100219R3

Sensei Ferdi dan KAZOKU AIKIDO DOJO

Selamat atas kelulusan untuk para peserta Ujian Kenaikan Tingkat tanggal 10 Februari 2019, semoga tambah semangat dan tambah sehat 🙂

 

Persiapkan Kemampuan SKILL dan TEKNIK untuk mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) tahun 2016

Selamat Lebaran Temen2

Gambar  —  Posted: Juli 15, 2015 in Uncategorized

Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) XII 2015

Posted: Maret 4, 2015 in UKT

IMG_01032015_125934 IMG_01032015_123733 IMG_01032015_130123 IMG_01032015_130401

Daftar Peserta UKT XII 2015

1. M. Subhan………………………Dasar 2…………………………….Lulus

2. Raghda Luthfi Damara……..Dasar 4 & Waza 4……………….Lulus

3. Hery Rachmad Kuncoro……Dasar 4 & Waza 4……………….Lulus

4. Malik Ibrahim…………………..Dasar 4 & Waza 4……………….Lulus

5. Bicer Rahmadin……………….Waza 5……………………………..Lulus

6. Sahadi Tirta…………………….Waza 5……………………………..Lulus

7. Imam Mahmud…………………Dasar 5…………………………….Lulus

8. Yulius Dwi Pramono………….Dasar 5…………………………….Lulus

9.  Aryya Wiratama………………Dasar 5…………………………….Lulus

“Selamat Atas Kelulusan dalam UKT XII 2015, Semoga tetap Giat Berlatih untuk Tahap Selanjutnya”

10628629_10152674410998320_4245392451141128116_n

Gambar  —  Posted: September 23, 2014 in Uncategorized

AIKIDO BASIC

Posted: Juli 31, 2014 in Uncategorized

Mengutip penjelasan Sensei Milda Gustiana Husada :

Saya menonton Aikido Basic, Shoheijuku, (http://www.youtube.com/watch?v=jZZNdTb1S6E). Berikut adalah penjelasan Moritomo Suganuma Sensei di akhir tayangan yang saya ketik ulang dari terjemahan teks yg muncul. Mudah-mudahan menjadi pembelajaran bagi kita semua. Moritomo Suganuma (Shohei Juku Dojo) :

BASIC TECHNIQUES ARE SECRET TECHNIQUES

As for basic techniques, it is a bit complicated but, the Founder often used to say : “The basics are the ultimate secret”. We do basically the same thing every day, every day, even those who practice 10 years, 20 years and 30 years. There might be some people who think : “Not this techniques again”. And yet that technique, basic though it may be, is also a deep secret. The Founder, when he was still alive, usually gave the morning classes. In these morning classes he usually would start with the technique called Tenkan-Ho. One of the practitioners once approached him and said: “O-Sensei, every day we do Tenkan-Ho. Why don’t you show us the real secrets of Aikido?”. At the time I thought O-Sensei would get angry, but he didn’t. He just said: “I show the secrets to all of you every day. This is the deepest secret.” I just remembered his words now.

TEKNIK DASAR ADALAH TEKNIK RAHASIA

Untuk teknik dasar memang sedikit rumit , tapi O sensei sering mengatakan: “Dasar adalah rahasia utama”. Kita pada dasarnya melakukan hal yang sama setiap hari, bahkan mereka yang berlatih 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun. Mungkin ada beberapa orang yang berpikir: “Masak teknik ini lagi”. Namun teknik itu lagi, meskipun itu dasar tapi juga merupakan rahasia yang paling dalam. Ketika O sensei masih hidup, biasanya beliau memberikan kelas pagi. Di kelas pagi ini biasanya beliau akan mulai dengan teknik yang disebut Tenkan-Ho. Pernah sekali salah satu praktisi mendekati beliau dan berkata: “O-Sensei, setiap hari kita lakukan Tenkan-Ho. Mengapa Anda tidak menunjukkan kepada kami rahasia Aikido yang sesungguhnya? “. Pada saat itu saya pikir O-Sensei akan marah, tapi ternyata tidak. Beliau hanya berkata: “Saya menunjukkan kepada anda semua rahasia tersebut setiap hari. Inilah rahasia terdalam. “ Saya baru teringat kata-kata beliau sekarang.

MENTAL ATTITUDE :

A. NAGE

The mental attitude for Nage. As far as Nage is concerned “SHIN-GI-TAI” is said to be important. Unless mind (SHIN/KOKORO 心 )- , technique (GI/WAZA 技) – and power (RYOKU/CHIKARA 力) are one, the true techniques will not emerge. Technique alone is not enough. Power alone is not enough. Mind alone is not enough. This unification –or oneness- of SHIN-GI-TAI is what becomes someone’s true power. During Aikido practice, I often see people who, with a partner capable of receiving a power of 5, are throwing him using power levels of 6 or 7. If this goes on, that person will get badly injured. So, the ability to observe our partner is essential; as Nage, we must nurture this spirit of insight. If we don’t, we may injure our partner. Its important to throw your partner at a level appropriate to his ability. SIKAP MENTAL:

A. NAGE / Yang terima serangan

Sikap mental untuk Nage. Sejauh yang berhubungan dengan Nage “SHIN-GI-TAI” boleh dikatakan penting. Takkala Hati (SHIN / KOKORO 心) -, Teknik (GI / WAZA 技) – dan Kekuatan (RYOKU / Chikara 力) menjadi satu kesatuan, teknik yang sesungguhnya baru akan muncul. Teknik saja tidak cukup. Kekuatan saja tidak cukup. Hati saja juga tidak cukup. Penyatuan atau kesatuan dari SHIN-GI-TAI inilah yang menjadikan kekuatan sejati seseorang. Selama latihan Aikido, saya sering melihat orang-orang berpasangan yang hanya mampu menerima tingkat kekuatan 5, tapi dilempar dengan menggunakan tingkat kekuatan 6 atau 7. Jika hal ini terus berlangsung, orang tersebut akan luka serius. Jadi, kemampuan kita dalam mengamati pasangan kita adalah sangat penting; sebagai Nage, kita harus memelihara kemampuan melihat kedalam ini. Jika kita tidak, kita dapat melukai partner kami. Adalah sangat penting untuk kita melempar pasangan anda pada tingkat yang sesuai dengan kemampuannya.

B. UKE

Mental attitude of Uke. In Ukemi, too, it is important not to start the attack intending to take Ukemi. When you strike, you strike solidly. When you punch, punch solidly. When you grip, grip solidly. This mental attitude is important. However, that is not to say that you should strike and punch regardless of who your partner is. It is important to see who our partner is and take Ukemi accordingly. The higher we climb in the Dan rank – the more Ukemi becomes a real attack . Therefore, it’s important to observe our partner well, and take Ukemi accordingly. Another important thing is to maintain a gentle and co-operative attitude and mind. If your attitude towards your partner is “I will fight him; I will resist his technique.” Then your practice will not be a good one. Or, if things go wrong, someone may get hurt. I think that’s why it is so important to be as giving as possible when applying and receiving the techniques, and to train in a spirit of mutual cooperation.

B. UKE / Yang terima serangan.

Sikap mental Uke. Di Ukemi juga, adalah penting untuk tidak memulai serangan dengan niat untuk tujuan Ukemi. Ketika Anda menyerang, Seranglah dengan benar. Bila Anda memukul, pukulah benar. Ketika Anda pegang, peganglah dengan kokoh. Sikap mental ini penting. Namun, itu tidak berarti bahwa Anda harus menyerang dan memukul tanpa memperhatikan siapakah pasangan Anda. Hal yang penting juga untuk melihat siapa pasangan kita dan melakukan Ukemi sesuai kondisi. Makin tinggi tingkat Dan kita maka Ukemi akan semakin menjadi serangan nyata. Oleh karena itu, adalah sangat penting untuk mengamati pasangan kita dengan baik, dan disesuaikan melakukan Ukemi nya. Hal lain yang penting adalah menjaga sikap dan pikiran yang tenang dan kerjasama yang baik. Jika sikap Anda terhadap pasangan Anda “Saya akan melawan dia; Saya akan menahan tekniknya.” Kalo demikian latihan anda tidak akan jadi benar. Atau, jika ada hal yang berlangsung tidak semestinya, seseorang mungkin akan terluka. Saya pikir itu sebabnya sangat penting untuk menjadikannya seperti pemberian sebisa mungkin ketika menerapkan dan menerima teknik, dan berlatih dalam semangat gotong royong.

KI-DO-MA Principle during applying technique

On the subject of which points of Aikido should be incorporated into our everyday lives. KI(機)-DO(度)-MA (間), I believe this is important. “KI(機)” means “timing”. In anything, there is a time when “the time is now!”. It’s best not to miss it. Especially in martial arts, you can not afford to be too earlier or too late. Now is the best time. You may think of “KI(機)” as this time, opportunity, timing, chance (KIKAI). The “DO(度)” of KI-DO-MA may be explained in terms of the Nage: you must not be too strong, nor too weak. If too weak – there is no element of training. If too strong, you may injure your partner. So it is important to carefully consider what is the right degree -DO(度), and then practice accordingly. The “MA (間)” of KI-DO-MA, this is the distance (MA-AI) between us and our partner. If “MA (間)” is too far apart, the practice too will be spaced-out, foolish. Neither can the “MA (間)” be too close. There is the right “MA (間)” to be taken. This KI(機)-DO(度)-MA (間), in everyday life when we feel that something is “Not going right” I believe that very often we will discover one of these elements to be wrong. TIMING [KI(機) ] – DEGREE [ DO(度) ]– DISTANCE [MA (間) ]- we should reflect carefully on these as we go about doing things.

KI-DO-MA Prinsip selama menerapkan teknik.

Pada subjek dimana Aikido harus ditempatkan kedalam kehidupan sehari-hari kita. Saya percaya KI (機) – DO (度) – MA (間) adalah penting. “KI (機)” berarti “waktu”. Dalam semuanya, ada waktu ketika “waktunya sekarang!”. Terbaik jangan melewatkannya. Terutama dalam seni bela diri, Anda tidak bisa terlalu awal atau terlalu lambat. Sekarang adalah waktu terbaik. Anda boleh beranggapan “KI (機)” adalah waktu kini, peluang, waktu, kesempatan (Kikai). “DO (度)” dari KI-DO-MA dapat dijelaskan dalam hal Nage: Anda tidak boleh terlalu kuat, atau terlalu lemah. Jika terlalu lemah – tidak ada unsur pelatihan. Jika terlalu kuat, Anda dapat melukai pasangan Anda. Jadi, penting untuk dengan hati-hati mempertimbangkan tingkat gradasi yang tepat – DO (度), dan kemudian berlatih sesuai porsinya. “MA (間)” dari KI-DO-MA, ini adalah jarak (MA-AI) antara kita dan pasangan kita. Jika “MA (間)” terlalu jauh, latihannya juga akan diluar jarak, bodoh. “MA (間)” juga tidak boleh terlalu dekat. Ada “MA (間)” yang tepat yang harus dilakukan. KI (機) -DO (度) -MA (間) ini dalam kehidupan sehari-hari ketika kita merasakan seperti ada sesuatu yang “Tidak benar”. Saya percaya ini karena sering kita menemukan salah satu dari elemen-elemen tersebut ada yang KELIRU. Sudah seharusnya WAKTU [KI (機)] – GRADASI [DO (度)] – JARAK [MA (間)] ini kita refleksikan dengan hati-hati pada saat kita akan melakukan berbagai hal.

PRACTICE AS BEAUTIFUL GRASS

The master simply does what he should do, not straining himself in an effort to teach. Therefore, the fact that some students’ inner eye will open as a result of the master’s word and actions and others will not, cannot be helped. The master is like the rain falling from the sky without discrimination on the grass covered plain. Understanding or not is up to the students on the receiving side.

BERLATIHLAH SEPERTI RUMPUT YANG INDAH

Seorang guru hanya melakukan apa yang harus dia lakukan, tidak memaksakan dirinya dalam upaya untuk mengajar. Oleh karena itu, faktanya kalau mata batin beberapa siswa akan terbuka sebagai akibat dari kata dan tindakan seorang guru dan lainnya tidak, tidak bisa dibantu. Seorang guru seperti hujan jatuh dari langit tanpa diskriminasi terhadap rumput yang tidak tertutup. Memahami atau tidaknya tergantung kepada para siswa yang berada di sisi penerima.

Kesimpulan saya pribadi :

Jangan lupakan basic technique, dan jangan bosan melakukannya, karena tanpa fondasi yang kuat maka advance technique akan tidak dapat diperoleh.

Ikuti : – SHIN-GI-TAI,  KI-DO-MA dan Jangan abaikan keamanan (safety) agar rekan berlatih tidak mengalami cedera.

Jadikan kita mampu mengikuti arahan para instruktur, dengan harapan menjadi “rumput” yang mendapat manfaat curahan “hujan” beliau.

Kami Segenap Pengurus dan Anggota Chusin Aikidojo Surabaya, mengucapkan Selamata Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan dengan Keteguhan Iman.Selamat-BerpuasaSelama Bulan Ramadhan Jadwal Latihan sbb:

Senin   Pkl. 20.15 – Selesai

Rabu  Pkl. 20.15 – Selesai

Lebih Lanjut dapat Menghubungi Instruktur & Pengurus Chusin Aikidojo

Telp/SMS : 081231182841 ; 08179324488 ; 08123222298